Kuliah di Jepang di Kota Mana?

by

Teman di Kyoto©Betty Lim

KULIAH DI JEPANG, SEBAIKNYA DI KOTA MANA?

Memilih kota tempat kuliah, seperti memilih masa depan. Selangkah menapakkan kaki, perasaan, pemikiran dan tindakan akan merespon dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan kota yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Proses interaksi antara perasaan-pemikiran-tindakan dengan lingkungan kota akan membentuk pola afektif, pola kognitif dan pola perilaku. Melalui mata, hidung, telinga dan badan, lingkungan fisik yang diamati, didengarkan dan dirasakan, akan mendorong perasaan senang/sedih, bergairah/lesu, ceria/muram, menenangkan/ menggelisahkan atau perasaan-perasaan lain yang bergejolak di dalam hati dan pikiran saat berkegiatan di dalam kota. Lingkungan fisik kota, juga memicu pemikiran “kota ini nyaman untuk ditinggali, aku ingin tinggal lama di sini”, ” banyak sekali tempat-tempat menarik di kota ini, hari sabtu minggu nanti aku akan pergi ke sini, sini dan sini, untuk melihat ini dan itu, menikmati enaknya ini dan itu”,  atau “aduh, tiap hari macet begini, mau ke mana-mana susah, waktu habis di jalan”, atau pemikiran lain yang muncul setelah sekian lama berada dan mengalami kota tertentu.

Lingkungan sosial kota, seperti teman-teman kuliah, dosen di kampus, kenalan di tempat arubaito, orang-orang yang ditemui di dalam moda transportasi-massal kota, dll, mempengaruhi cara berpikir dan bersikap terhadap peristiwa-peristiwa yang dialami. Obrolan, percakapan, diskusi, perdebatan atau beragam bentuk komunikasi dengan orang-orang yang tinggal di tempat yang sama, mengasah imajinasi dan fantasi terhadap berbagai persoalan dan permasalahan. Mengikuti kuliah bersama, mendengarkan kuliah, seminar di kampus, makan siang atau makan malam bersama, jalan-jalan bersama atau beragam bentuk interaksi dengan orang-orang yang tinggal di tempat yang sama, mengasah kebiasaan, cara bersikap dan berprilaku dalam berinteraksi dengan orang lain. Kapan kejujuran harus dijunjung tinggi; bagaimana kedisplinan mendarah-daging dalam masyarakat dan terejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari; di saat seperti apa memikirkan perasaan orang lain dan memposisikan diri seolah-olah orang lain adalah diri sendiri; mengapa berempati dan bersimpati kepada orang lain; pemahaman-pemahaman seperti itu, semuanya terbentuk dan terakumulasi dalam kesadaran saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Keberadaan orang lain terjalin erat dengan ‘keberadaan’ diri sendiri.

Selangkah menapakkan kaki di kota tertentu, ‘pintu nasib’ di masa depan terbuka lebar. Memang tidak mudah memperkirakan apa yang akan dialami di masa depan, di tempat yang belum pernah didatangi tetapi akan didatangi. Memperkirakan jauh yang ada di depan, seperti menerawang di kegelapan. Setitik cahaya akan menerangi kegelapan tersebut, apabila perasaan, pemikiran dan tindakan, bukan sekedar dibayangkan, tetapi dialami. Sebelum mengambil keputusan akan tinggal di kota yang mana, mungkin tidak ada salahnya mencoba mengunjungi kota-kota yang menjadi pilihan tujuan kuliah. Jika tidak sempat berkunjung sebelum mengambil keputusan, dapat juga mencoba menggali memori dari orang-orang yang tinggal di kota-kota yang menjadi pilihan tersebut, dengan cara bertanya ke orang yang pernah tinggal di kota tersebut atau membaca pengalaman mereka. Jika kesempatan bertanya tidak ada, dapat juga mencoba membaca ‘diary‘ mereka.

Japan Indonesia Network, mencoba menyusun ‘diary‘ seperti itu satu demi satu. Calon pelajar yang akan memutuskan studi lanjut ke Jepang, dapat membaca ‘diary’ tersebut sebelum mengambil keputusan. Diary yang berisi cerita pengalaman para pelajar yang mengunjungi atau tinggal di Jepang, mungkin akan mempermudah imajinasi, ‘yang akan dialami’ jika kuliah dan tinggal di kota tertentu di Jepang. Imajinasi tersebut, mungkin akan mempermudah pengambilan keputusan; agar pengambilan keputusan, tidak seperti membeli kucing dalam karung; memutuskan dalam kegelapan tanpa tahu apa yang akan dialami dan terjadi. Apakah yang dirasakan dan dialami oleh seorang pelajar yang mengunjungi osaka di musim dingin dapat dibaca di Winter Program di Osaka. Petualangan mengeksplorasi kota Osaka, dapat dibaca di Tersesat di Osaka. Mengasah rasa dan asah di Kyoto, dapat dibaca di Belajar di Kyoto.

Kunjungi website Japan Indonesia Network (JIN), untuk membaca pengalaman pelajar-pelajar yang studi-lanjut ke Jepang, yang mendapatkan informasi sekolah dan mendaftar melalui JIN. Selain membaca diary para pelajar, anda juga dapat konsultasi ke JIN sebelum memutuskan akan kuliah di universitas mana di kota mana. Konsultasi dengan JIN tidak dipungut biaya (gratis :-). Hubungi JIN di info@jin.co.id, Tel/WA 022-20451463/0812-1477-937, LINE jin_office atau follow instagram kami japan.indonesia.network

Sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen

Cerita singkat tentang sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen dari Rayfandi, pelajar dari Indonesia yang telah menyelesaikan sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen hingga akhirnya…

Avatar
JIN Office

Pengalaman Winter Program di Kyoto

Hai, nama saya Grace Adelia. Saya berasal dari kota Kudus, Jawa Tengah. Saya kuliah di Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong. Setelah lulus kuliah, saya memutuskan…

Avatar
JIN Office

Belajar di Ueda, Jepang

Di bawah ini cerita pengalaman sekolah di Jepang Nanda Nur Ayu Sagita, pelajar dari Indonesia yang telah belajar Bahasa Jepang di Manabi Japanese Language Institute…

Avatar
JIN Office