Sistem Pendidikan di Jepang

Sistem Pendidikan di Jepang

by

Sistem Pendidikan di Jepang

Bagaimanakah sistem pendidikan di Jepang? Apakah persamaan dan perbedaannya dengan sistem pendidikan di Indonesia?. Penjenjangan* dan durasi* pendidikan formal antara Jepang dan Indonesia sama, sekolah dasar di Jepang 6 tahun, smp 3 tahun, sma 3 tahun dan universitas 4 tahun, total 16 tahun. Selanjutnya pun sama, master (s2) dua tahun dan doktor (s3) tiga tahun. Penjenjangan dan durasi pendidikan formal antara Jepang dan Indonesia sama, tetapi kenapa ‘hasil’nya berbeda? Jepang jauh lebih ‘maju’ daripada Indonesia, dalam teknologi, budaya dan juga sosial.

Jika penjenjangan dan durasi sama, tetapi hasilnya beda, dapat diduga bahwa kemajuan tersebut tidak dipengaruhi oleh penjenjangan dan durasi secara langsung, tetapi dipengaruhi oleh faktor lain. Dugaan penulis, faktor yang berpengaruh adalah substansi dan penularan (delivery), baik yang dilaksanakan melalui pendidikan formal (di sekolah) atau pendidikan non-formal (di luar sekolah).

Substansi Pengetahuan

Substansi terkait dengan materi keilmuan, dapat berupa pengetahuan deskriptif (know-what), pengetahuan prosedural (know-how), dan pengetahuan tasit (tacit-knowledge). Ada apa, di mana, kapan terjadi, siapa pelakunya dan lain-lain yang bersifat hafalan, termasuk dalam pengetahuan deskriptif. Jika tidak tahu, ya tidak tahu. Tetapi, sekali diberitahu akan tahu, dan sekali tahu cukup. Pengetahuan yang seperti ini disebut pengetahuan deskriptif.

Bagaimana cara mengerjakannya, lebih efektif mana cara yang ini dibanding dengan yang itu, atau pengetahuan lain yang terkait dengan langkah-kerja, tahapan dalam melakukan sesuatu, apa yang harus dikerjakan duluan dan apa yang harus dikerjakan kemudian, mana sebab dan mana akibat, termasuk dalam pengetahuan prosedural. Dibandingkan dengan pengetahuan deskriptif, pengetahuan prosedural mungkin lebih membutuhkan logika dan kemampuan penalaran (kemampuan reasoning, melihat hubungan sebab akibat antara satu hal dengan hal yang lain). Pengetahuan prosedural lebih mudah dipahami melalui learning by doing, dibandingkan dengan learning by listening.

Pengetahuan yang sulit dipahami jika disampaikan secara lisan ataupun tertulis, dan hanya dapat dipahami apabila dialami dan dirasakan langsung, disebut pengetahuan tasit. Kenikmatan yang dirasakan saat bersentuhan dengan lawan-jenis, termasuk dalam ‘pengetahuan’ tasit. Kedisiplinan dan tanggung-jawab dalam bekerja, mungkin ‘sebagian besar’ termasuk dalam pengetahuan tasit, yang tidak akan dipahami jika tidak melihat ‘contoh nyata’ yang dilakukan oleh orang lain.

Penularan Pengetahuan

Penularan pengetahuan deskriptif, prosedural dan tasit sangat tergantung pada kualitas ‘guru’ (formal di sekolah dan non-formal di rumah dan masyarakat). Semakin banyak pengetahuan deskriptif, prosedural dan tasit yang dimiliki oleh guru semakin banyak pengetahuan yang akan diserap oleh ‘murid’. Terkait dengan kualitas guru di dunia pendidikan, tingkatan tertinggi yang menjadi indikator ‘kualitas’ guru adalah gelar profesor. Ke-profesor-an, merupakan penanda kompetensi dalam pengembangan dan akumulasi pengetahuan, serta kedalaman dan akurasi dari pengetahuan yang dimiliki.

Yang membedakan universitas di Jepang dan universitas di Indonesia: sebagian besar guru (dosen) di universitas di Jepang adalah profesor dan sebagian kecil dari dosen di universitas di Indonesia bergelar profesor. Kuliah di tempat yang dosen-dosennya profesor dan kuliah di tempat yang dosen-dosennya bukan profesor, hasilnya akan berbeda. Jika kuliah di kampus yang semua dosennya profesor, kemungkinan untuk ‘maju’ akan lebih cepat, daripada kuliah di tempat yang tidak ada profesornya.

Salah satu daya tarik dari kuliah di Jepang adalah yang menjadi dosen di universitas semuanya profesor (minimal associate professor). Keberadaan profesor di universitas, merupakan bagian dari sistem pendidikan di Jepang, yang membuat penularan pengetahuan efektif (memberikan hasil), berhasil membuat orang-orang yang sekolah di Jepang ‘pintar’.

Kuliah di Jepang?

Artikel ini tidak membahas semua hal yang terkait dengan sistem pendidikan di Jepang. Artikel ini hanya membahas tentang substansi dan penularan pengetahuan substantif tersebut. Hal lain terkait sistem pendidikan di Jepang, akan dibahas di artikel yang lain di website ini. Berminat kuliah di Jepang? Hubungi Japan Indonesia Network. Japan Indonesia Network, konsultan pendidikan Jepang yang memiliki mitra di Jepang terlengkap, dan membantu anda mengurus persiapan kuliah di Jepang dari A sampai Z. Hubungi JIN di info@jin.co.id, Tel/WA 022-20451463/0812-1477-937, LINE jin_office atau follow instagram kami japan.indonesia.network

* Penjenjangan : pembagian tingkatan pendidikan
* Durasi : lama waktu pendidikan

Ikuti kami dengan mengklik SUKA dan BAGIKAN di bawah ini.

Foto© Chandra Suharlim

Sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen

Cerita singkat tentang sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen dari Rayfandi, pelajar dari Indonesia yang telah menyelesaikan sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen hingga akhirnya…

Avatar
JIN Office

Pengalaman Winter Program di Kyoto

Hai, nama saya Grace Adelia. Saya berasal dari kota Kudus, Jawa Tengah. Saya kuliah di Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong. Setelah lulus kuliah, saya memutuskan…

Avatar
JIN Office

Belajar di Ueda, Jepang

Di bawah ini cerita pengalaman sekolah di Jepang Nanda Nur Ayu Sagita, pelajar dari Indonesia yang telah belajar Bahasa Jepang di Manabi Japanese Language Institute…

Avatar
JIN Office

Spring Program Japan 2019

Japan Indonesia Network membuka pendaftaran untuk  SPRING PROGRAM JAPAN 2019 yang akan diselenggarakan pada bulan April, Mei, dan Juni 2019. Pada liburan musim semi di…

Avatar
JIN Office

Panduan Sekolah SMA di Jepang

PANDUAN SEKOLAH SMA DI JEPANG: Informasi Pendaftaran SMA Sendai Ikuei Gakuen Penerimaan April 2019 | klik disini Seminar, Konsultasi, dan Pendaftaran SMA Sendai Ikuei Gakuen…

Avatar
JIN Office