Musim Panas di Sapporo

by

Nama saya Fathia Mahira dari Jakarta. Saya sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA. Selama liburan kenaikan kelas, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan mengikuti program belajar bahasa Jepang di Hokkaido. Saya sendiri sangat tertarik untuk mengikuti program ini karena keinginan saya untuk memasuki perguruan tinggi di Jepang. Saya sudah mulai mempelajari bahasa Jepang selama enam bulan terakhir. Namun saya merasa bahwa memiliki kesempatan untuk belajar langsung di Jepang dengan guru native, kemampuan bahasa Jepang saya akan lebih teruji dan terasah.

Awalnya saya bingung bagaimana caranya untuk bisa mengikuti program sekolah bahasa Jepang di Jepang. Setelah menemukan website JIN, saya bisa menemukan sekolah bahasa Jepang dengan program yang sesuai dengan keinginan saya. Setelah berkonsultasi lebih lanjut, pilihan saya jatuh pada Summer Course dari Hokkaido Japanese Language School (Hokkaido JaLS) di Sapporo. Tanggal keberangkatan saya pada akhir Juni, namun beberapa hari sebelum tanggal keberangkatan, saya jatuh sakit dan harus diopname selama seminggu. Sehingga keberangkatan saya pun gagal. Tetapi berkat bantuan Ibu Oyama dan pihak JIN yang sangat mengakomodir, program saya berhasil di reschedule dan saya pun berhasil menginjakkan kaki di Hokkaido pada tanggal 7 Juli 2019.

Ini adalah pengalaman pertama bagi saya untuk berpergian keluar negeri sendiri, tentu ada rasa cemas. Namun setelah saya sampai di New Chitose Airport, saya langsung dijemput oleh pihak sekolah dan diantarkan ke rumah host family, kecemasan itupun langsung hilang. Rumah host family saya terletak di Zenibako daerah pantai di Kota Otaru. Setiap pagi saya berkendara dengan sepeda menuju stasiun, lalu menaiki kereta JR lokal menuju Stasiun Sapporo untuk sampai ke sekolah.

Pada hari pertama di Hokkaido JaLS, para murid baru diberikan briefing sebelum langsung mulai belajar di kelasnya masing-masing. Saya sendiri karena sudah belajar bahasa Jepang dengan buku Minna no Nihongo I, tidak lagi perlu melakukan placement test karena Hokkaido JaLS juga menggunakan modul yang sama. Jam belajar dimulai dari pukul 9:30 sampai 12:30 di siang hari. Tiap harinya kami diajarkan grammar, vocabulary, reading, listening juga berlatih speaking. Sebagai murid pemula, kami dibiasakan untuk banyak berlatih speaking, maka di kelas kami seringkali diminta untuk melakukan role play ataupun berlatih dengan partner. Dengan begitu, kepercayaan diri untuk berbicara bahasa Jepang akan bertambah. Sebagai murid summer course, kami mendapatkan tambahan cultural activity yang diselenggarakan seusai sekolah. Cultural activity yang saya ikuti termasuk soba making class dan traditional Japanese cloth dyeing.

Foto Fathia bersama Riska dan guru di Hokkaido JaLS.
Foto-foto saat Soba Making Class.

Pada hari-hari dimana tidak ada cultural activity, saya menghabiskan hari menjelajahi Kota Sapporo dengan teman-teman sekelas saya. Agak aneh rasanya berada di Sapporo saat musim panas, karena Sapporo adalah daerah yang amat terkenal akan festival saljunya. Pada minggu pertama saya di Hokkaido, cuacanya cukup panas dan lembab, namun secara keseluruhan sangat nyaman.

Foto bersama teman-teman.

Selama saya di Jepang, saya tinggal bersama host family di daerah Otaru. Host family saya adalah sepasang suami-istri, keduanya adalah pekerja kantoran yang sehari-hari bekerja di Sapporo. Awalnya saya lebih memilih untuk tinggal sendiri di hotel atau apartemen, karena saya sempat berfikir jika saya akan mengalami masalah dalam menyesuaikan diri ketika hidup dengan keluarga Jepang. Terutama dalam hal berkomunikasi, namun nyatanya tidak. Selama tinggal dengan keluarga Aoshima, saya bisa dengan nyaman mengobrol walau dengan campuran bahasa Inggris dan bahasa Jepang yang masih patah-patah. Ini juga menjadi pengalaman bagi saya untuk merasakan hidup bagai orang lokal dan bukan turis di Jepang. Berangkat di pagi hari untuk menaiki kereta bersama para pekerja kantoran, dan pulang di sore hari untuk menikmati sunset di pantai dekat rumah sebelum pulang untuk makan malam bersama, menjadi bagian yang amat saya suka dari pengalaman ini. Memiliki kesempatan untuk mengenal keluarga Aoshima merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi saya.

Setelah 2 minggu berada di Hokkaido, saya lulus program summer course ini pada hari Jumat, dan terbang kembali ke Jakarta pada hari Minggu, 21 Juli 2019. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya. Bukan hanya dari apa yang saya pelajari di sekolah, namun perjalanan ini secara keseluruhan mendidik saya untuk menjadi lebih mandiri, juga mempersiapkan diri saya untuk kehidupan kuliah kelak. Sekali lagi, saya berterima kasih pada JIN karena telah membantu saya mewujudkan salah satu dari banyak impian saya.


Wujudkan impian sekolah/kuliah di Jepang bersama Japan Indonesia Network. Ketercapaian tujuan anda/putra-putri anda, perhatian utama JIN. Hubungi JIN di info@jin.co.id, Tel/WA 022-20451463/0812-1477-937, LINE jin_office atau follow instagram kami japan.indonesia.network

Dapatkan berita terbaru dari JIN dengan klik:

 

Summer Program di Sapporo

Nama saya F. Camelia Fathariska, akrab dipanggil Riska. Saya mengisi liburan kenaikan sekolah dengan mengikuti Summer Program di Sapporo, Hokkaido. Sebelumnya, saya belajar bahasa Jepang…

Avatar
JIN Office

Musim Panas di Sapporo

Nama saya Fathia Mahira dari Jakarta. Saya sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA. Selama liburan kenaikan kelas, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan mengikuti…

Avatar
JIN Office

Sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen

Cerita singkat tentang sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen dari Rayfandi, pelajar dari Indonesia yang telah menyelesaikan sekolah di SMA Sendai Ikuei Gakuen hingga akhirnya…

Avatar
JIN Office