Pengalaman Hidup di Jepang

by

Pengalaman Hidup di Jepang Renny Novianty. Beberapa bulan sebelum lulus dari universitas bulan Oktober tahun 2014, Renny Novianty menghubungi JIN dan konsultasi persiapan sekolah ke Jepang. Mengikuti tujuan yang ingin dicapai oleh Renny, JIN merekomendasikan beberapa Sekolah Bahasa Jepang di Jepang, sampai akhirnya Renny memilih untuk masuk College of Business Communication (CBC) pada bulan April 2015. CBC merupakan Professional Training College di Kanawaga Jepang, yang memiki jurusan Bahasa Jepang dan menjadi mitra JIN.  Setelah belajar Bahasa Jepang dan lulus CBC September 2016, akhirnya Renny bekerja di kakaku.com, salah satu perusahaan komersial ternama di Jepang. Selamat.

Di bawah ini cerita Pengalaman Hidup di Jepang yang disusun oleh Renny.

*****************************************

Hidup di negara yang bukan kelahiran memang bukan suatu hal yang mudah, apalagi kalo beda kebudayaan, gaya hidup, lingkungan, dan sebagainya. Kalau berbicara pengalaman, menurut saya, saya masih belum punya banyak pengalaman tapi saya banyak belajar dari pengalaman, yaitu ketika sejak pertama kali saya menginjakkan kaki saya di Jepang. Sebenarnya sebelumnya saya pernah ke Jepang, tapi hanya untuk Summer Course alias belajar bahasa Jepang saat musim panas ketika saya masih di bangku kuliah.

Setelah lulus dari bangku kuliah, saya memutuskan untuk lanjut belajar di Jepang. Lewat JIN (Japan Indonesia Network), saya mendapatkan berbagai informasi beberapa sekolah di Jepang. Memutuskan belajar di luar negeri itu bukan hal yang mudah, apalagi untuk anak perempuan. Lanjut belajar di Jepang itu bukan lanjut ke universitas, ya saya hanya bertujuan untuk belajar bahasa Jepang dan kemudian melamar pekerjaan di perusahaan Jepang yang berada di Indonesia. Tujuan pertama saya hanya itu, ga ada yang lain.

Belajar bahasa Jepang di Jepang pun bukan hal yang mudah, beda huruf, beda kosa kata, beda tata bahasa, dan lain-lain, bikin saya berpikir apa bisa lanjut, apa bisa saya dapet tujuan saya. Yang paling penting tujuan pertama saya itu ya belajar. Tapi belajar pun ga cukup, saya pun harus bisa mandiri. Dikarenakan kehidupan Jepang yang begitu mahal apabila dibandingkan dengan Indonesia, saya memutuskan untuk melamar part time. Saya part time di salah satu toko es krim yang cukup terkenal di Jepang maupun di Indonesia. Dari part time tersebut saya banyak belajar, belajar bahasa Jepang dan bagaimana rasanya bekerja dengan orang Jepang.

Awalnya saya memutuskan hanya belajar bahasa Jepang setahun saja, tapi karena masih ada satu tujuan saya yang belum terpenuhi, saya lanjut belajar 6 bulan lagi. Jadi total belajar bahasa Jepang sekitar satu setengah tahun. Sebenarnya setelah berjalan belajar sekitar delapan bulanan, saya berpikir untuk mencoba nyari kerja. Saya ikut pameran pekerjaan, diskusi tentang pekerjaan, bikin resume, semuanya dengan bahasa Jepang yang pas-pasan. Saat itu saya bolak-balik sana-sini bikin resume, ikut latihan wawancara, sejujurnya lumayan menghabiskan biaya dan waktu. Apalagi saat itu saya masih sekolah dan masih ada jam part time yang kadang suka bentrok. Jadi kalau ada urusan seperti itu, saya harus bisa mengatur jadwal saya. Ya, namanya juga tinggal di Jepang, pikir saya.

Sejujurnya perjalanan mencari pekerjaan sambil belajar dan part time benar-benar menghabiskan waktu dan energi. Awalnya sering sekali ditolak sana-sini. Kalau di Jepang, wawancara pekerjaan itu bisa panjang prosesnya. Ada yang cuma sekali wawancara, atau dua kali, bahkan ada juga yang prosesnya sampe tiga kali, tergantung perusahaannya. Pernah sudah sampe wawancara ke tiga, akhirnya saya gagal di wawancara ketiga. Saat itu rasanya saya putus asa, sudah tidak mau lanjut lagi mencari pekerjaan, saya mau fokus belajar saja. Saya fokus di belajar dan part time, mendekati bulan kelulusan, banyak muncul lamaran pekerjaan, kesempatan dimana-mana. Pikir saya, coba lagi saja deh, siapa tau ada jalan. Sampai akhirnya saya lulus, tadinya saya putus asa ingin pulang saja, tetapi saya mendapatkan informasi dari teman bahwa sebuah perusahaan Jepang membutuhkan orang Indonesia yang dapat bekerja secepatnya. Saya nekat kirim email dan resume ke perusahaan tersebut dengan bahasa Jepang dan bahasa Inggris pas-pasan. Katanya, pengumuman hasil wawancara akan diberitahu seminggu setelah wawancara selesai. Berarti ga bakalan ada wawancara lanjutan.

Setelah wawancara selesai, saya pulang dengan perasaan antara harus optimis atau pesimis. Seminggu berjalan, saya banyak berdoa dan banyak solat malam. Kalau bukan berdoa, sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi. Seminggu berlalu, saat itu saya sedang di luar Tokyo, seharian sinyalnya tidak terlalu bagus, sesampai di hotel, internet baru saya nyalakan dan tiba-tiba saya mendapat email dari tempat saya melamar minggu lalu. Ternyata informasinya lebih cepat dari yang saya duga. Saya buka email tersebut dan dengan tidak disangka, Alhamdulillah saya diterima di perusahaan tersebut dan untuk segera melakukan pergantian visa. Keesokan harinya saya kembali ke Tokyo, saya langsung mengurusi semua dokumen yang diperlukan untuk visa dan lainnya. Sangat tidak disangka, mungkin Allah tahu kalau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan itu tidaklah mudah. Ini hanya sebagian kecil dari pengalaman saya, saya yakin diluar sana masih banyak lagi yang memiliki pengalaman yang lebih dari saya. Intinya, selain berusaha pun kita juga harus banyak berdoa. Mau bagaimanapun pengalaman yang didapatkan, senang atau sedih, semua pasti akan jadi hal yang tidak akan bisa dilupakan dan pastinya akan menjadi cerita untuk kedepannya kelak.

*****************************************

Foto-foto kegiatan Renny bersama teman-teman. Copyright Renny.

Ikuti kami dan bagikan informasi tentang JIN dengan klik LIKE atau SHARE di bawah ini: